Cermati Sebelum Kredit Rumah Bersubsidi

No comment 6092 views

Cermati Sebelum Kredit Rumah Bersubsidi

Ketika kita memutuskan kredit rumah bersubsidi murah pemerintah lewat bank penyalur KPR subsidi, kita harus tetap jeli mencermati beberapa tambahan yang akan ada menyertai kredit rumah bersubsidi ini. Memang kesempatan yang diberikan pemerintah ini melalui program KPR subsidi sejahtera FLPP sangat sayang bila begitu saja kita lewatkan, apalagi bila kita memang termasuk MBR yang berhak memperoleh kredit rumah bersubsidi ini.

Umumnya ketersediaan rumah bersubsidi jarang yang sudah memiliki stok siap huni (ready stock), karena itu kita harus menunggu (inden) terlebih dahulu sampai rumah bersubsidi kita jadi. Dan di sisi lain, jumlah pemohon rumah bersubsidi baik untuk rumah maupun rusunami semakin meningkat. Para pemohon ini adalah ‘pesaing’ kita dalam mencari kredit rumah sederhana layak huni. Hukum 'rimba'  siapa cepat, dia dapat masih berlaku.

Cermati Sebelum Kredit Rumah Bersubsidi

Cermati Sebelum Kredit Rumah Bersubsidi

Meskipun seperti itu, sebagai calon pembeli sebaiknya kita tetap mesti berhati-hati saat memilih. Umumnya harga rumah bersubsidi telah dipatok pada kisaran harga tertentu (lihat : daftar harga rumah bersubsidi ), dan dengan kisaran jangka waktu kredit sekitar 10-15 tahun dengan asumsi pembayaran yang terjangkau per bulannya.

Cermati Sebelum Kredit Rumah Bersubsidi

Disamping kedua faktor diatas, ada juga beberapa hal yang mesti kita cermati sebelum kredit rumah bersubsidi. Inilah diantaranya.

1. Biaya Jual Beli Rumah
Biaya jual beli rumah bersubsidi maupun biaya tambahan jual beli rumah akan muncul ketika kita membeli rumah kredit. Kita mesti teliti semua biaya jual beli rumah yang timbul selama proses jual-beli rumah. Ada juga yang baik penjual ataupun pembeli rumah kaget dengan besarnya biaya tambahan jual beli rumah, sebab nominalnya memang beragam dan tidak sedikit. Biaya jual beli rumah yang mungkin di kenakan saat transaksi seperti biaya provisi, BPHTB, biaya notaris, asurani rumah dan lain-lain. Disamping itu, ada kalanya kita juga mesti iklash memberikan biaya tidak terduga untuk mendapatkan rumah tersebut.

2. Perhitungkan DP Rumah
DP rumah atau uang muka merupakan persyaratan pembayaran awal, setelah itu baru mengangsur sisa dari harga rumah. Besar DP rumah yang harus kita bayarkan pada awal pembelian rumah bisa sebesar 20% dari harga rumah. Namun bisa juga pengembang yang menetapkan DP rumah di atas persentase tersebut, seperti 10% atau hingga 30%.

3. Biaya Peningkatan Mutu
Pengembang membangun unit rumah bersubsidi dengan bentuk yang sama didalam suatu komplek ataupun satu gedung agar rumah yang dibangun dapat diselesaikan dengan lebih hemat dan sesuai target. Umumnya guna membuat setiap unit rumah menjadi lebih layak huni dengan penambahan fasilitas tertentu, pengembang akan menagih biaya peningkatan mutu. Biaya peningkatan mutu juga kita keluarkan saat kita sendiri yang melakukan pembangunan tambahan dengan renovasi atau memperluas rumah.

4. Biaya Kelebihan Tanah
Biaya kelebihan tanah bisa saja timbul jika tanah dirumah kita melebihi luas tanah perjanjian, kita harus membayar tanah tersebut sesuai harga yang sudah ditetapkan pengembang. Sebagai contoh kita membeli rumah subsidi denga type 36/72 atau luas bangunan 36 m2 dan luas tanah 72 m2. Namun ternyata tanah kita hingga 100 meter, maka kita harus membayar kekurangan sebesar 28 m2 tersebut.

Untuk memperoleh kredit rumah bersubsidi murah adalah impian bagi sebagian masyarakat, khususnya masyarakat dari kalangan menengah kebawah. Tapi jangan sampai kita terjebak sehingga menyebabkan gagal membayar. Bagaimanapun Cermati Sebelum Kredit Rumah Bersubsidi terlebih dahulu kemampuan financial kita.

Leave a reply "Cermati Sebelum Kredit Rumah Bersubsidi"