Jenis Jenis Atap Rumah

No comment 1233 views

Jenis Jenis Atap Rumah

Ketika akan membangun rumah, kita mesti memutuskan bahan apakah yang akan kita gunakan sebagai genteng atap rumah kita. Setiap jenis atap rumah mempunyai kelebihan dan kekurangan maupun karakteristiknya masing-masing, jadi kita harus selektif dalam memilih jenis atap rumah kita.

Jenis Jenis Atap Rumah

Jenis Jenis Atap Rumah - Atap Sirap

Banyak sekali jenis jenis atap rumah, dengan bahan, model karakteristik dan peruntukan yang berbeda. Kita mesti menyesuaikan dengan desain rumah dan bahan rumah yang kita bangun, sesuaikan juga dengan lingkungan tempat rumah kita berada. Berikut ini adalah jenis jenis atap rumah yang bisa kita pilih.

Jenis Jenis Atap Rumah

Atap Rumah Genteng Tanah Liat
Jenis atap rumah yang terbuat dari tanah liat ini sangat dikenal di Indonesia, lebih dari 90% rumah di Indonesia memakai jenis genteng tanah liat.

Atap Rumbia
Jenis atap rumbia tergolong tradisional dan alami, atap rumbia masih banyak dipakai pada rumah-rumah di pedesaan terpencil maupun gubuk sementara seperti gazebo Atap ini terbuat dari daun rumbia, daun rumbia atau bisa juga daun kelapa ditata menjadi sebuah atap.

Atap Sirap
Jenis atap sirap atau disebut juga atap kayu banyak dipakai di daerah sub tropis, terbuat dari lembaran papan kayu dengan ukuran khusus dan didesain sesuai dengan desain rumah. Atap sirap dikenal mampu menyerap panas sinar matahari dengan baik hingga bisa memberikan kesejukan pada rumah.

Atap sirap juga mampu memberikan kehangatan di kala musim dingin sesuai dengan karakteristik kayu. Kayu yang banyak dipakai sebagai bahan atap sirap ini yang terbaik adalah kayu ulin yang mempunyai karakteristik tahan lama. Kelemahan dari atap sirap adalah mahal dan sulitnya untuk mendapatkan kayu ulin maupun kayu lain yang berkualitas.

Atap Beton
Jenis atap beton dapat di bagi menjadi 2 macam.

  1. Atap Genteng Beton. Atap genteng beton ini dibuat dari beton, yakni campuran pasir, kerikil, semen  dan tambahan bahan aditif. Bentuk genteng beton ada yang bergelombang dan juga ada yang datar. Bentuk genteng beton datar muncul sejalan dengan gaya desain rumah minimalis dan modern hingga dilakukan penyesuaian bentuk atap yang lebih minimalis.
  2. Atap beton bertulang (cor). Atap beton bertulang umumnya digunakan oleh gedung-gedung bertingkat dan pada rumah yang di desain untuk bisa ditingkat dalam masa yang akan datang. Disini pengecoran beton langsung di lakukan di atap.

Atap Policarbonat / PVC.
Atap rumah Polycarbonate / PVC berbentuk lembaran lebar dengan pilihan warna bervariasi dan banyak  dijual per roll. Policarbonat umunya dipakai untuk atap garasi, kanopi maupun untuk atap bangunan tambahan. Pemasangan PVC bagi rangka kayu memakai paku, dan bagi rangka baja memakai mur baut.

Atap Metal atau Genteng Berbahan Logam.
Atap metal memiliki ukuran yang lebih besar dibanding genteng tanah liat, yaitu sekitar 60-120 cm, dan ketebalan 0,3 mm. Cara memasang genteng metal tidak berbeda jauh dengan memasang genteng tanah liat. Namun karena ukuran lebih lebar, maka waktu pemasangan bisa lebih cepat pada sebuah rumah.

Genteng Kaca.
Genteng kaca yang terbuat dari kaca ini biasa digunakan supaya sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan secara langsung sehingga bisa menghemat penggunaan listrik untuk penerangan.  Genteng kaca hanya mempunyai ukuran dan bentuk terbatas sehingga hanya sesuai dengan jenis genteng tertentu saja.

Atap Aspal.
Genteng aspal dibuat dari campuran lembaran bitumen (turunan aspal) dengan bahan kimia lain. Genteng aspal bersifat solid tapi tetap ringan, pemakaiannya hampir sama dengan pemakaian  genteng tanah liat.

Atap Asbes (Fiber Semen).
Genteng Asbes / asbestos, adalah sebuah gabungan dari enam mineral silikat alam. Pemakaian atap asbes juga sangat familiar dengan masyarakat Indonesia selain genteng tanah liat. Sebab harganya Asbes cukup murah dan pemasangannya mudah dan cepat, atap asbes juga memiliki bobot yang tidk terlalu berat sehingga tidak memerlukan konstruksi gording yang khusus.

Atap Keramik.
Genteng keramik dibuat dari bahan baku keramik. Genteng keramik memiliki berbagai macam warna yang cukup beragam, sebab pada saat proses finishingnya dilapisi dengan pewarna pada bagian atasnya (glazur). Genteng keramik masih jarang dipakai karena cukup mahal.

Atap Kain Terpal.
Atap kain terpal atau tenda biasanya hanya dipakai untuk pemakaian sementara, atap sebuah balkon, atau bisa juga diterapkan pada atap sebuah jendela. Dibuat dari bahan kain terpal dan juga plastik padat yang cukup elastis. Atap kain terpal bertumpu pada kerangka besi yang biasanya telah dibentuk terlebih dahulu sesuai dengan keinginan. Atap kain terpal umumnya hanya di pakai bagi tenda-tenda pesta maupun pedagang kaki lima.

Setelah kita semua mengetahui jenis jenis atap rumah, kita dapat menyesuaikan  jenis atap rumah yang cocok untuk rumah kita. Sesuaikan dengan desain rumah yang kita bangun, dan juga dengan kondisi cuaca pada daerah tersebut, selamat bangun rumah.

Leave a reply "Jenis Jenis Atap Rumah"