Mengenal Jenis Akad KPR Syariah

No comment 38 views
4.7 (93.33%) 3 votes

Mengenal Jenis Akad KPR Syariah

Tentu saja memupunyai rumah sendiri adalah idaman bagi setiap keluarga, tidak terkecuali keluarga muslim. Tapi, ada kalanya kita terkendala karena tidak semua orang bisa dengan mudah membeli rumah secara tunai. Sedangkan tentu kita ketahui bahwa sebagian besar kredit rumah masih memakai sistem bunga yang sudah jelas dilarang Islam. Karenanya kita harus selektif dalam menggunakan KPR rumah, termasuk mengetahui jenis akad KPR Syariah.

Jenis Akad KPR Syariah

Mengenal Jenis Akad KPR Syariah

Mengenal Jenis Akad KPR Syariah

Akad merupakan sebuah perjanjian yang melandasi pembiayaan kredit rumah KPR Syariah. Terdapat dua jenis akad KPR Syariah yang umum di gunakan, yakni akad Murabahah dengan akad Mutanaqishah. Perbedaannya dengan perjanjian KPR Rumah konvensional yang menjadikan suku bunga sebagai acuan, pada kedua jenis akad KPR Syariah ini didasari dengan jual beli dan kerjasama bagi hasil.

Akad Murabahah Dalam KPR Syariah

Akad Murabahah Dalam KPR Syariah pada prinsipnya merupakan sebuah akad jual beli. Bank Syariah akan membeli terlebih dahulu rumah yang diminati oleh nasabah dari pihak developer / penjual, setelah itu Bank syariah akan menjual kembali rumah itu kepada nasabah tentu saja dengan ditambahkan keuntungan bagi pihak bank.

Harga jual rumah dari pihak bank sudah ditentukan sejak awal, jadi nasabah tinggal mencicil rumah itu sesuai dengan jangka waktu yang sudah disepakati saat penandatanganan akad Murabahah yang ditandatangani oleh pihak bank syariah dengan pihak nasabah dengan besaran cicilan tetap.

Contoh sebuah rumah dengan harga rumah Rp 200 juta
Kontribusi uang muka dari nasabah Rp 40 juta (langsung di bayarkan ke pengembang)
Maka harga rumah yang dibiayai oleh bank Syariah sebesar Rp 200 juta – Rp 40 juta = Rp 160 juta.
Maka pihak bank akan membeli rumah tersebut seharga Rp 160 juta dan akan menjual kembali ke nasabah sesudah ditambah keuntungan untuk pihak bank.
Bila keuntungan yang di inginkan bank 5 %, dan lama waktu platfond 15 tahun maka akan di dapat

= (Harga rumah dibiayai bank x (keuntungan bank x plafond) + Harga dibiayai bank : bulan.
= (( 160 juta x ( 5% x 15 )) + 160 juta ) : 180 bulan
= ( 120 juta + 160 juta ) : 180 bulan
= ( Rp 280 juta ) : 180 bulan
Cicilan per bulannya = Rp.  1.555.555
Harga Rill Rumah      =    Rp 320.000.000

Maka besar cicilan perbulannya adalah Rp.  1.555.555 dan akan selalu tetap juga tidak berubah sepanjang jangka waktu KPR

Akad Musyarakah Mutanaqishah (MMQ) dalam KPR Syariah

Akad Musyarakah Mutanaqishah (MMQ) dalam KPR Syariah berdasarkan pada kerja sama bagi hasil. Bank dan nasabah sama-sama membeli rumah dengan porsi masing-masing. Dan setelah rumah itu disewakan, maka hasil sewanya dibagi-hasilkan kepada kita dan Bank. Kita yang berniat menempati rumah itu juga sekaligus menjadi penyewa. Dan karena kita ingin mempunyai rumah tersebut, maka porsi bagian kepemilikan bank akan kita beli secara bertahap.

Contoh sebuah rumah dengan harga rumah Rp 200 juta
Pihak bank menyetorkan porsi 80% atau sebesar Rp.160 juta dan nasabah menyetor porsi 20% atau sebesar Rp.40juta. Maka terkumpullah uang sebesar Rp 200 juta.
Kemudiaan uang ini dibelikan rumah. Rumah tersebut kemudian disewa oleh nasabah dengan jangka waktu 10 tahun (Atau sesuai dengan kesepakatan). Dengan harga sewa Rp.1.320.000,- per bulan.
Karena rumah tersebut merupakan milik bersama antara nasabah dan Bank, maka hasil sewa itu dibagi antara nasabah dan Bank. Dengan besar bagi hasil disepakati dimuka. Dan disebabkan nasabah ingin memiliki rumah tersebut, maka nasabah setiap bulan harus membeli bagian yang dimiliki oleh bank.

Jadi setiap bulan nasabah akan membayar ke Bank, misalkan sebesar Rp.2.400.000,- Ini sudah termasuk biaya sewa yang menjadi bagian Bank dan juga biaya untuk membeli porsi bank. Hingga pada akhir periode atau di akhir tahun ke 10, porsi kepemilikan nasabah akan menjadi 100% dan porsi kepemilikan Bank menjadi 0%. Pada saat inilah nasabah menjadi pemilik tunggal rumah tersebut.

Karena didasari oleh sewa menyewa, maka harga sewa bisa dirubah dari waktu ke waktu. Jadi cicilan kita juga dapat berubah.

Kelemahan dan Keunggulan Jenis Akad Dalam KPR Syariah

Masing-masing Jenis Akad KPR Syariah ini mempunyai kelemahan dan juga keunggulannya masing-masing. Umumnya untuk sistem KPR rumah dengan akad murabahah cicilan perbulan akan lebih mahal dibandingkan dengan cicilan KPR rumah dengan Akad Musyarakah Mutanaqishah.  Namun KPR rumah dengan akad murabahah cicilannya akan tetap sepanjang waktu. Jadi alam financial planning, memakai akad murabahah akan lebih mudah dalam mengalokasikan cash flow bulanan kita. Karena cicilan akan tetap dalam jangka waktu pembiayaan, tidak bisa naik.

Akan tetapi bila prediksi kondisi kita pas-pasan saat ini, tapi memprediksikan kemampuan mencicil kita akan meningkat dimasa mendatang. Pilihan KPR Rumah dengan Akad Musyarakah Mutanaqishah cocok buat kita.  Cicilan yang sehat adalah maksimal 30% dari pendapatan suami dan istri.

Refferensi
Islamic Banking - BI
Mohammad B. Teguh, CFP : Independent Financial Planner – QM Financial :2013 – Mengenal Jenis Akad KPR Syariah

Summary
Article Name
Mengenal Jenis Akad KPR Syariah
Description
Mengenal Jenis Akad KPR Syariah Akad merupakan sebuah perjanjian yang melandasi pembiayaan kredit rumah KPR Syariah.
Author

Leave a reply "Mengenal Jenis Akad KPR Syariah"