Cara Membuat Sertifikat Tanah

1381 views

Cara Membuat Sertifikat Tanah

Cara Membuat Sertifikat Tanah

Cara Membuat Sertifikat Tanah

PROSES PEMBUATAN SERTIFIKAT TANAH
Sertifikat tanah adalah sebuah bukti kepemilikan yang seseorang miliki atas tanah tertentu. Jenis Sertifikat tanah sendiri terdiri dari beberapa jenis, yakni Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU), Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan juga Sertifikat Hak Milik (SHM). Untuk Sertifikat Hak Milik hanya diperbolehkan untuk dimiliki oleh Warga Negara Indonesia, sedangkan Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) diperbolehkan untuk dimiliki oleh asing dalam jangka waktu tertentu. Cara membuat sertifikat tanah sebetulnya cukup mudah, tapi memang memakan waktu yang cukup lama.

Cara membuat sertifikat tanah ini juga bergantung dari jenis hak asal tanah yang dimiliki. Contohnya cara membuat sertifikat tanah dari tanah girik atau setingkatnya (Lihat di Cara membuat Sertifikat Tanah Dari Girik), atau jika ingin meningkatkan hak sertifikat tanah dari Hak Guna Bangunan menjadi Sertifikat Hak Milik (lihat di Cara Merubah HGB Menjadi SHM).

Jika ingin mengurus pembuatan sertifikat tanah, disarankan dilakukan sendiri oleh pemilik tanah sebab dari segi biaya harusnya menjadi lebih murah.

Cara Membuat Sertifikat Tanah

1. Menyiapkan Syarat Dokumen Yang Perlukan
Yang pertama kali harus kita lakukan adalah menyiapkan dokumen-dokumen yang disyaratkan. Dokumen yang disyaratkan disesuaikan dengan asal hak tanah

Syarat untuk membuat sertifikat tanah dari HGB

  1. Sertifikat Asli Hak Guna Bangunan (SHGB)
  2. Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  3. Identitas diri (Fotocopy KTP dan KK)
  4. SPPT PBB tahun
  5. Surat Pernyataan Kepemilikan Lahan

Syarat untuk membuat sertifikat tanah dari Girik

  1. Akta Jual Beli tanah
  2. Fotocopy KTP
  3. Fotocopy Kartu Keluarga
  4. Fotocopy girik yang dimiliki
  5. Dokumen dari kelurahan atau desa seperti Surat Keterangan tidak Sengketa, Surat Keterangan Riwayat Tanah dan Surat Keterangan Penguasaan Tanah Secara Sporadik .

2. Datangi kantor BPN yang ditunjuk sesuai dengan wilayah tanah berada.
Yang harus dilakukan di kantor BPN adalah

  1. Membeli form pendaftaran diloket, kita akan diberi map dengan warna biru dan kuning.
  2. Minta tolonglah kepada petugas yang ada supaya memeriksa kelengkapan dokumen yang telah kita bawa.
  3. Langsung minta kepada petugas supaya mengukur tanah tersebut, minta janji waktu pengukuran oleh petugas ukur BPN.

3. Proses pengukuran tanah.
Tanah yang diajukan untuk dibuatkan sertifikat tanah akan diukur oleh petugas ukur dari BPN, umumnya petugas yang datang sekitar 2-3 orang. Umumnya kita mesti menyiapkan dana tambahan untuk proses ini, sekitar Rp 500.000 tergantung luas tanah yang diukur dan juga banyaknya petugas ukur. Temani petugas ukur dan tunjukan batas-batas tanah kita. Hasil pengukuran ini akan di sahkan kedalam Surat Ukur Tanah yang akan ditandatangani Kepala Seksi Pengukuran dan Pemetaan.

4. Menunggu Sk Hak Atas Tanah dan diterbitkannya Sertifikat Tanah hak Milik
Setelah proses pengukuran, proses yang kita lakukan telah hampir selesai. Serahkan Surat  Ukur Tanah guna melengkapi dokumen yang ada. Setelah itu kita hanya menunggu Sk Hak Atas Tanah diterbitkan, lalu membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah (BPHTB) yang diminta, kemudian menunggu kembali sampai Sertifikat Tanah diterbitkan. Lama waktu tunggu ini dapat mencapai 6 bulan, atau bahkan lebih dari 1 tahun.

Mintalah ketegasan kepada petugas BPN kapan sertifikat tanah tersebut akan selesai hingga bisa  kita ambil. Selain mengurus langsung ke kantor BPN, kita juga dapat membuat sertifikat tanah melalui PPAT. Namun adakalanya harga yang diminta terkadang sangat memberatkan, kadang bisa mencapai 3 kali lipat dari harga pengurusan yang kita lakukan sendiri. Sebaiknya jangan pernah memakai orang yang tidak jelas dan juga jalur yang tidak jelas, apalagi hingga memakai jasa calo.  Yang terbaik tentu saja mengurus sendiri cara membuat sertifikat tanah.

Comments are closed.