Perbandingan Semen, Pasir, dan Split Untuk Cor Beton

2382 views

Perbandingan Semen, Pasir, dan Split Untuk Cor Beton

Perbandingan Semen, Pasir, dan Split Untuk Cor Beton

Perbandingan Semen, Pasir, dan Split Untuk Cor Beton

Untuk membuat cor beton membutuhkan perbandingan semen, pasir dan split yang tepat, sehingga kekuatan dari beton yang dihasilkan dapat maksimal dari segi daya tahan dan juga minimal dari segi biaya.

Kekuatan beton dapat dihasilkan secara maksimal jika jenis semen dan juga perbandingan semen tepat. Seperti telah kita ketahui, ada beberapa jenis semen untuk berbagai penggunaan. Sebagai contoh jika kita ingin membangun rumah ditepian pantai yang mempunyai kadar sulfat dan juga keasaman yang tinggi, maka kita mesti memakai Semen Portland Jenis V. Bila kita tetap memakai semen Portland biasa, maka kekuatan cor beton akan tergerus sedikit demi sedikit oleh kadar sulfat dan asam. Begitu pula dengan perbandingan pasir dan batu split, perbandingan yang tepat akan membuat beton tetap kuat.

Dan bila kita hitung dari segi biaya, dengan memilih jenis semen yang tepat bisa membuat biaya yang dikeluarkan maksimal. Begitu pula dengan perbandingan semen, pasir dan split untuk cor beton yang tepat, akan membuat biaya yang dikeluarkan sesuai dengan semestinya.

Berapa Banyak Perbandingan Semen, Pasir, dan Split Untuk Cor Beton

Ketentuan Mutu Beton SNI yang sesuai Standar Nasional Indonesia yang berlaku di Indonesia mengatur perbandingan semen, pasir dan split untuk cor beton menurut berat masing-masing bahan. Untuk cor beton pada rumah umumnya kita menggunakan perbandingan 1230,5.  Berarti bila kita menggunakan perbandingan 123 adalah 1:2:3+0,5 untuk Semen : Pasir : Split + air, atau perbandingannya adalah 1 kg semen : 2 kg pasir : 3 kg split ditambah 0,5 kg air.

Tapi pada perkerjaan di lapangan, umumnya perbandingan yang digunakan adalah menurut Volume. Jadi jika perbandingannya 1:2:3, maka perbandingan fisiknya adalah 1 m3 semen : 2 m3 pasir : 3 m3 split ditambah 0,5m3 air.

Para tukang bangunan juga biasa memakai berbagai media yang sesuai volumenya sebagai alat perbandingan. Alat-alat yang umum di pakai sebagai takaran perbandingan adalah ember, sekop, pengki sampai dengan dolak. Yang terpenting adalah perbandingannya harus sesuai! Misalkan jika memakai sekop, maka 1 sekop semen : 2 sekop pasir : 3 sekop batu split.

Patokan utama yang digunakan bagi semua alat tersebut adalah 1 zak semen, dimana semua perbandingan harus selalu mengikuti patokan semen ini. Berikut ini beberapa perbandingan semen.

1 zak semen = 5 sekop pengki
1 zak semen = 1 dolak
1 zak semen = 0,024 m3 (ini merupakan zak semen ukuran 50kg yaitu 10 cm x 40 cm x 60 cm)

Dept Pekerjaan Umum sendiri telah menentukan Mutu Beton SNI dengan berbagai kwalitas dan penggunaannya. Dimana biasanya Mutu Beton SNI  dimulai dengan hurup K, seperti K 100 adalah semen 247 : pasir 869 : batu split 999 : air 215.

Berikut ini daftar Mutu Beton SNI Sesuai Standar Nasional Indonesia.

Mutu Beton     Semen (kg)     Pasir (kg)     Kerikil (kg)     Air (liter)     w/c ratio
(K 100) 7.4 MPa       247             869                999                  215             0.87
(K 125) 9.8 MPa      276             828               1012                 215             0.78
(K 150) 12.2 MPa    299            799               1017                 215             0.72
(K 175) 14.5 MPa    326             760             1029                  215             0.66
(K 200) 16.9 MPa     352           731               1031                  215             0.61
(K 225) 19.3 MPa     371            698              1047                  215             0.58
(K 250) 21.7 MPa     384            692              1039                 215             0.56
(K 275) 24.0 MPa     406            684             1026                  215             0.53
(K 300) 26.4 MPa     413            681             1021                  215              0.52
(K 325) 28.8 MPa     439            670             1006                 215              0.49
(K 350) 31.2 MPa     448            667             1000                 215              0.48

Referensi tabel :
SNI DT – 91- 0008 – 2007 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton, oleh Dept Pekerjaan Umum.

Contoh Kasus
Misalkan kita ingin membuat rumah dan terdapat suatu bidang yang akan di cor beton dengan mutu 1:2:3+0,5 dengan ukuran bidang tersebut adalah 10 meter x 6 meter dengan tebal 10 cm. Maka dapat  kita hitung sebagai berikut:

Total Volume beton yang akan dicor adalah 10 x 6  x0.1 = 6 m3
Total campuran tersebut adalah 1 +  2 + 3 +0,5 = 6,5 itu berarti 1/6 adalah semen, 2/6 adalah Pasir, 3/6 batu split dan 0,5/6 adalah air.

Maka keperluan semen = 6 m3 x 1/6 = 1 m3 : Pasir = 6 m3 x 2/6 = 2m3 : Split = 6 m3 x 3/6 = 3 m3 + 6 m3 x 0,5/6 air.
1 sak semen adalah 1 : 0,024 m3 = 41.6 = 42 zak semen (digenapkan)

Dari sini kita dapatkan kebutuhan sebanyak 42 zak semen, 2 kubik pasir, dan 3 kubik split untuk total volume pengecoran sebanyak 6 m3. Tinggal kalikan dengan harga yang berlaku saat ini untuk mendapatkan perkiraan biaya yang dibutuhkan.

Untuk membuat spesifikasi teknis, RAB dan lain sebagainya, sebaiknya menggunakan angka mutu beton SNI yang diinginkan, seperti K-125, K-225. Hal ini dikarenakan mutu beton yang diharapkan akan tepat sesuai dengan mix design terhadap bahan-bahan yang akan dipakai. Apalagi jika kita menggunakan beton mix dari mobil molen.

Hindari mencantumkan komposisi seperti 1:2:3.  Perbandingan yang kitta buat hanyalah sebuah  pendekatan yang dapat kita terapkan pada kegiatan “kecil” seperti pembangunan rumah warga.
Berapa Banyak Perbandingan Semen, Pasir, dan Split Untuk Cor Beton

Comments are closed.