Merencanakan Bangun Rumah

757 views

Merencanakan Bangun Rumah

Merencanakan Bangun Rumah

Merencanakan Bangun Rumah

Bila kita memiliki rencana untuk bangun rumah, tidak ada salahnya jika kita membaca 7 tips merencanakan bangun rumah dari kami.  Artikel merencanakan bangun rumah ini berisi tips sederhana yang dirangkum dari pengalaman kami selama beberapa tahun terakhir.

Kunci sukses dalam membangun rumah adalah adanya perencanaan yang matang.  Mungkin ini terdengar umum, namun hal ini sangat berpengaruh kepada hasil yang baik bagi rumah yang kita bangun dan tentunya bisa menekan biaya bangun rumah hingga se-efisien mungkin.

Tips Merencanakan Bangun Rumah

1. Budget Plan

Ini merupakan point terpenting dalam merencanakan bangun rumah. Budget plan mesti kita tentukan terlebih dahulu sebab tidak semua orang mempunyai kemampuan budget yang unlimited. Budget plan sangat tepat bagi kita yang dananya sudah fix alias pas-pasan. Tentukan diawal berapa jumlah dana yang bisa kita keluarkan. Sebagai gambaran saja, berapa cash money saat ini yang kita  pegang, berapa pinjaman lunak, KPR, dsb. Setelah kita mempunyai hitung-hitungan dana yang kita pegang, barulah kita melangkah pada tahap selanjutnya.

2. Rencana Rancang Bangun

Jika masalah rencana anggaran telah kita siapkan, selanjutnya kita memperkirakan rumah seperti apa yang kita inginkan (rumah modern, rumah minimalis, rumah mediteranian). Silahkan cari gambar-gambar rumah yang menarik sebagai patokan, di situs rumahminimalis.co ini juga banyak.

Jika sudah mendapat beberapa gambar, silahkan diskusikan dengan istri, anak, atau keluarga. Mintalah masukan mengenai kelebihan dan juga kekurangan dari rumah-rumah tersebut. Jangan lupa untuk menentukan juga apakah kita langsung membangun full finishing, pagar, penampungan air, pemanas, hingga taman, dll (diluar bangunan utama). Sebab ini berpengaruh besar ke budgeting.

3. Luas Ukuran Rumah

Untuk menentukan luas ukuran rumah, kita dapat melihat dari total budget yang akan kita keluarkan. Sebagai contoh ilustrasi untuk penentuan ukuran rumah, misalkan dana yang kita sediakan adalah Rp. 300 juta, maka yang pertama kita kalkulasi adalah kebutuhan diluar bangunan yang kami sebutkan di nomer 2 tadi (diluar bangunan utama), seperti Pagar, Listrik PLN, IMB, PAM, penampungan air, taman, biaya gambar arsitek, dll.

Misalkan jika kebutuhan tersebut memerlukan anggaran Rp. 40 juta. Berarti kita masih memiliki  dana sebesar Rp. 260 juta rupiah untuk membuat bangunan utama rumah. Ambil 80% dana bagi  bangunan utama sedangkan 20% lagi untuk alokasi pembengkakan biaya. Bila kita seorang "good planner" mungkin bisa 90%, namun bila kita ragu malah mungkin bisa 70% dari total dana untuk bangunan utama. Ini berarti kita mendapatkan dana :

– Bangunan Utama : 80% X 260 Juta = 208 juta
– Alokasi dana cadangan : 20% X 260 Juta = 52 juta

Sebelum menentukan ukuran, cari tahu dahulu perkiraan biaya untuk membangun /m2 berapa di kota kita. Mungkin bisa kita ditanyakan ke temen yang juga sedang membangun. Sebagai informasi saja, saat ini di tahun 2015 untuk wilayah Jabodetabek biaya per m2 bangunan standar perumahan adalah 3 juta/m2. Jenis material yang dipakai sudah bagus menurut kami, kusen + pintu jati, american standard, cat dulux, batu bata, tinggi lantai ke atap 4 meter, dll. Misalkan saja biaya masih 3 juta/m2, maka ukuran bangunan rumah yang akan kita bangun adalah 70 m2

Bangun Rumah

Merencanakan Bangun Rumah

4. Gambar Arsitek

Jika semua hal diatas telah dipersiapkan, maka langkah selanjutnya adalah mencari arsitek yang bisa kita percaya untuk mengaplikasikan semua keinginan kita kedalam gambar. Bila kita tidak mengerti bangunan, sebaiknya kita harus memakai jasa arsitek untuk mengaplikasikan semua keinginan kita.

Dana yang kita keluarkan untuk biaya jasa arsitek tidak terbuang percuma, sebab semua detail perencanaan pembangunan rumah tertuang di gambar. Jadi bisa menghindari pemborosan material maupun bongkar pasang struktur bangunan. Sesudah gambar selesai, pahami betul isi dalam gambar. Tanyakan kepada arsitek bila ada yang kita tidak pahami gambar tersebut. Lebih bagus lagi bila kita mampu untuk membayar lebih si arsitek untuk mengawasi proses pembangunan rumah.

5. Mencari Tukang Rumah

Mencari tukang ini biasanya cukup sulit. Bisa kita tanyakan ke teman mengenai referensi tukang yang bagus. Apalagi bila kita tidak memiliki waktu untuk mengawasi fulltime proses pembangunan rumah kita. Cari tukang yang rajin, jujur dan capable tentang tugasnya. Pastikan mereka tetap bekerja meskipun sedang tidak kita awasi.

Cari tukang yang 1 paket dengan kepala tukang hingga bisa menjadi "mandor". Semua tukang harus saling mengenal supaya komunikasi pekerjaan bisa  berjalan dengan baik. Pemilihan tukang yang tidak baik dapat membuat kacau proses bangun rumah, rumah kita bisa tidak sesuai gambar, dan tentunya biaya yang kita keluarkan menjadi membengkak. Bila point 4 (jasa arsitek) kita lewatkan, maka komunikasi dengan tukang tentang gambar rumah yang akan kita bangun.

6. Mencari Material

Yang pertama yang mesti kita cari adalah kusen dan pintu. Perkirakan kusen telah selesai saat pondasi rumah selesai. Cara memasang kusen yang paling baik adalah bersamaan dengan pemasangan bata. Selanjutnya siapkan material untuk memulai pembangunan pondasi (batu bata, batu kali, semen, pasir, besi, dsb).

Cari toko material dengan harga termurah disekitar kediaman kita. Selisih sedikit harga akan sangat berarti sebab kita akan membeli terus menerus dan dalam jumah yang banyak. Beli saja material untuk kebutuhan kurang dari 7 hari. Jika kita membeli material dalam jumlah yang banyak sekaligus, disamping masalah penyimpanan, kualitas material juga akan berkurang terutama semen.

Sebagai tips dalam membeli material batu kali, pasir, kayu, batu bata. Belilah pada tempat khusus penjual tersebut, usahakan jangan membeli pada toko material. Umumnya ditoko material material kualitasnya kurang bagus dan harganya juga sedikit lebih mahal bila kita membeli di toko material.

7. Pemilihan Aksesoris

Disamping bahan bangunan (semen, pasir, batu, besi, dll), memilih aksesoris juga termasuk  hal yang tidak kalah rumit. Memilih closet, sink wash, kran, wastafel, batu alam, keramik, stop, kabel, kontak, down light, lampu hias, lampu taman, kunci, handle, dsb cukup memakan waktu dan biaya. Sesuaikan dengan ide desain rumah yang kita bangun. Jangan sampai kita memilih ide rumah minimalis, tapi aksesoris yang kita beli penuh ornamen klasik.

Semoga saja Tips Merencanakan Bangun Rumah bisa membantu kita semua untuk membangun rumah yang idaman yang kita inginkan. Selamat membangun.

Refferensi
akkarya

Comments are closed.