Kelebihan dan kekurangan Sertifikat Hak Guna Bangunan

1940 views

Kelebihan dan kekurangan Sertifikat Hak Guna Bangunan

Kelebihan dan kekurangan Sertifikat Hak Guna Bangunan

Kelebihan dan kekurangan Sertifikat Hak Guna Bangunan

Ketika kita membeli suatu rumah atau tanah, kita akan di hadapkan dengan hak kepemilikan kita. Tentu sebelumnya sudah kita ketahui bahwa terdapat beberapa hak kepemilikan tanah dan bangunan, di mulai dari yang terkuat yaiut hak milik (HM), hak guna bangunan (HGB) dan juga hak guna usaha (HGU). Masing-masing hak kepemilikan tanah dan bangunan ini dibuktikan yaitu dengan di keluarkannya sertifikat kepemilikan oleh departemen agraria/dinas pertanahan, yaitu dengan nama hak milik dengan Sertifikat Hak Milik (SHM), hak guna bangunan dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan hak guna usaha dengan nama Sertifikat Hak Guna Usaha(SHGU).

Sertifikat Hak Guna Bangunan yaitu jenis sertifikat dimana pemegang atau pemilik sertifikat tersebut hanya bisa memanfaatkan tanah tersebut, baik itu untuk mendirikan bangunan maupun untuk kebutuhan lain seperti usaha, namun untuk kepemilikan tanah tetap menjadi milik Negara.

Sertifikat Hak Guna Bangunan ini mempunyai batas waktu tertentu, umumnya 30 tahun. Jika telah melewati batas waktu 30 tahun ini, maka pemegang sertifikat HGB wajib mengurus kembali perpanjangan Sertifikat Hak Guna Bangunan yang dipegangnya. Ini tentu berbeda dengan Sertifikat Hak Milik yang kepemilikannya hanya bisa oleh WNI, Sertifikat HGB bisa saja di miliki oleh orang asing. Hak milik hanya dapat dimiliki oleh WNI denganĀ  hak yang sifatnya turun temurun, terkuat, dan juga terpenuhi oleh WNI.

Apakah aman membeli tanah atau rumah dengan status Sertifikat Hak Guna Bangunan

Saat kita membeli rumah KPR dari pengembang, maka sertifikat yang akan kita terima adalah Sertifikat Hak Guna Bangunan. Memang ada beberapa pengembang yang memberikan kepengurusan Hak Milik secara gratis bagi pembelinya, namun itu hanya sebagian kecil saja.

Status kepemilikan rumah biasanya di sesuaikan dengan masa Hak Guna Bangunan induk (keseluruhan perumahan milik pengembang), pengembang akan melakukan pemecahan SHGB untuk masing-masing unit yang di beli.

Status kepemilikan Sertifikat Hak Guna Bangunan sudah aman, hanya saja kita memerlukan perpanjangan sesuai dengan batas waktu kepemilikan yang telah di tentukan. Walau begitu sangat disarankan untuk menaikkan hak kepemilikan menjadi sertifikat hak milik (SHM).

Kelebihan dan kekurangan Sertifikat Hak Guna Bangunan

1. Kelebihan Membeli Tanah dan Rumah dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan

  • Tidak Memerlukan Dana Besar
  • Peluang Usaha Lebih Terbuka. Properti dengan status HGB umumnya dijadikan pilihan untuk mereka yang berniat mempunyai properti namun tidak bermaksud untuk menempati dalam waktu lama.
  • Dapat dimilik oleh orang asing/Non WNI

2. Kekurangan membeli Tanah dan Bangunan dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan

  • Memiliki Jangka Waktu yang Dibatasi
  • Tidak Bebas

Cara Merubah Sertifikat Hak Guna Bangunan Menjadi Sertifikat Hak Milik

Sertifikat Hak Guna Bangunan dapat kita tingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik, kita bisa datang ke kantor pertanahan di wilayah tanah dan bangunan yang kita miliki berada. Tanah dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan tersebut harus dipunyai oleh warga negara Indonesia (WNI) dan dengan luas kurang dari 600 meter persegi, serta masih menguasai tanah dan memiliki SHGB / Sertifikat Hak Guna Bangunan yang masih berlaku maupun telah habis masa berlaku. Lihat di Cara Merubah HGB Menjadi SHM

Comments are closed.