Investasi Tanah Kosong Bisa Kena Pajak Lebih Besar!

894 views

Investasi Tanah Kosong Bisa Kena Pajak Lebih Besar!

Investasi Tanah Kosong

Seperti kita ketahui, setiap tahun harga tanah selalu mengalami kenaikan. Karena itulah banyak masyarakat Indonesia yang memilih untuk mencari peruntungan dengan cara berinvestasi di bidang ini. Tidak hanya rumah dan bangunan, tanah kosong juga kerap diincar orang agar dapat dikembangkan di kemudian hari.

Bagi yang memilih ber-investasi pada bentuk rumah, biasanya menjadikannya tempat berdagang atau indekos sebab dipandang baik sebagai ‘pegangan’ di masa depan. Sementara itu investasi tanah, meskipun masih kosong, ke depannya kita dapat membangun apa saja sesuai dengan keinginan dan rencana kita.

Nah, buat yang sedang berencana Investasi Tanah Kosong atau telah memiliki sebidang tanah yang tidak diisi bangunan, ada update terbaru nih yang harus kita ketahui. Soal apa? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Pajak Progresif

Kementerian Keuangan dan juga Kementerian Agraria dan Tata Ruang, sedang menggodok kembali peraturan pengenaan pajak progresif untuk tanah kosong alias nganggur. Rencana ini sebenarnya sudah ‘lagu lama’ tapi ternyata dianggap cukup potensial untuk mendongkrak ekonomi sehingga dibahas kembali.

Tanah nganggur yang dimaksud tersebut adalah sebidang lahan yang dibiarkan di dalam waktu lama serta tidak dimanfaatkan secara produktif, baik dibangun rumah, digunakan sebagai lahan berkebun, atau hal lainnya.

Hal ini memang masih dalam tahap perencanaan, oleh sebab itu besaran pajak juga belum ditetapkan oleh pemerintah. Tapi meskipun begitu, pajak progresif tersebut dapat saja dibebankan pada Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Besaran di setiap daerah pun juga berbeda sebab disesuaikan dengan kondisinya.

Kenapa Harus Kena Pajak?

Kita mungkin berpikir, memakai tanah atau membiarkannya kosong sekian lama merupakan hak mutlakmu sebagai pemilik. Namun seiring berkembangnya zaman, makin banyak bermunculan spekulan yang ber investasi tanah kosong sehingga membuat harga tanah menjadi naik.

Jika harga tanah kosong naik tak terkontrol, tentu orang-orang yang tidak memiliki banyak uang akan semakin tidak mampu membelinya. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin pun akan semakin tampak terlihat.

Selain mencegah tanah sebagai objek spekulasi, pengenaan pajak progresif ini ditujukan untuk meningkatkan aktvitas ekonomi di Indonesia. Pemerintah menilai, tanah merupakan aset yang bermanfaat untuk dapat menuntaskan masalah-masalah produktivitas dan kesenjangan di tengah masyarakat.

Developer Juga Harus Kena

Rencana pembebanan pajak progresif terhadap Investasi Tanah Kosong ini diharapkan bukan hanya menjangkau pemilik tanah kosong perseorangan saja. Pihak-pihak developer yang melakukan investasi berupa tanah kosong juga diharapkan bisa terjangkau oleh aturan pemerintah ini.

Hal itu diungkapkan Ketua Housing and Urban Development (HUD) Institute Zulfi Syarif Koto seperti yang dikutip dari situs Housing Estate. Ia khawatir sebab sekarang ini makin banyak juga pengembang nakal yang membeli tanah kosong kemudian membiarkannya sampai harga naik terlebih dulu supaya memperoleh keuntungan berlipat.

Kapan Berlaku?

Sampai saat ini belum ada penetapan apa-apa soal peraturan pengenaan pajak proresif atas tanah kosong yang dimiliki masyarakat Indonesia ini, termasuk waktu pemberlakuannya. Tapi seperti yang dilansir dari situs Sindo News, Tim Ahli Wakil Presiden Republik Indonesia, Sofjan Wanandi mengatakan bahwa rencana ini akan diluncurkan pada satu sampai dua bulan ke depan.

Semoga ulasan di atas yang kami kutif dari blog Urbanindo bisa membuat kita lebih sadar terhadap investasi yang kita miliki. Terus kunjungi kami untuk memperoleh informasi bermanfaat lainnya seputar dunia KPR perumahan dan property.

Comments are closed.